• Beberapa Fakta Kopi Luwak Indonesia

    Kopi Luwak Unik

    Kopi merupakan minuman khas bangsa Indonesia, hampir seluruh masyarakat suka dengan kopi. Salah satu kopi yang disukai adalah kopi luwak. Kopi luwak Indonesia juga sangat terkenal di Manca Negara, harga mencapai 300 USD.

    Penghasil kopi di Indonesia adalah Kopi Gayo (Aceh), Kopi Toraja, Kopi Java (Jawa Timur), Kopi Sidikalang, Kopi Lampung.

    Ada 20 Fakta Kopi Luwak Indonesia diantaranya:

    1. Luwak (Civet) istilah lain musang. Jadi kopi luwak berasal dari biji kopi yang dimakan oleh luwak dan keluar bersamaan kotoran luwak, biji kopi masih utuh.
    2. Biji kopi luwak memiliki aroma dan citarasa khas dan sangat nikmat.
    3. Kopi luwak rendah cafein, rendah kandungan kadar asam, rendah lemak dan rendah rasa pahit.
    4. Kopi luwak aman dikonsumsi oleh pecinta kopi yang bermasalah dengan lambung dan jantung.
    5. Kopi luwak sangat bermanfaat mencegah penyakit saraf dengan kandungan antioksidan yang tinggi.
    6. Kopi luwak ada robusta dan arabika
    7. dan lain-lain

    Selengkapnya

     

  • Kopi Luwak Indonesia Termahal di Dunia

    Kopi Luwak

    Kopi luwak adalah minuman yang berasal dari biji kopi yang dipanen dari feses luwak liar yang dibersihkan. Minuman ini memiliki rasa yang lebih halus dari kopi pada umumnya, diduga hal ini disebabkan oleh proses fermentasi dalam perut luwak. Kopi luwak Indonesia adalah salah satu minuman mewah yang diekspor dengan harga yang sangat tinggi.

    Kopi luwak adalah salah satu kopi termahal di dunia karena minuman ini memiliki nilai eksotis dan ketersediaanya sangat langka. Kopi luwak Indonesia laku keras dan sangat digemari di lingkungan pecinta kopi karena dianggap memiliki rasa yang smooth dan ramah di lambung.

    Tidak semua orang dapat mengapresiasi minuman ini karena banyak yang merasa jijik dengan bahan dasarnya yang berasal dari kotoran hewan luwak. Karena itu, minuman ini juga mendapat julukan buruk di berbagai negara. Istilah yang paling banyak digunakan oleh media US adalah ‘cat poop coffee‘.

    Berbagai isu miring menyerang produk minuman khas Indonesia ini. Meski begitu, industri kopi luwak indonesia seolah tak terusik dan tetap laku di pasaran dengan harga tinggi.

    Bagaimana sebetulnya proses produksi kopi luwak? Mengapa hingga saat ini masih mahal? Simak terus artikel ini untuk mengetahui seluk beluk kopi termahal di dunia.

    Selengkapnya

     

  • Alat Seduh Kopi Moka Pot

    Moka Pot

    Bagi kita para pecinta kopi tentu sangat membutuhkan alat seduh kopi dirumah agar setiap saat dapat menyeduh kopi kesukaan. Ada beberapa alat seduh kopi yang mahal dan sederhana, namun ada yang lebih baik dengan harga murah dan sederhana dengan kualitas baik. Salah satunya Moka Pot.

    Memiliki bentuk yang hampir sama dengan teko untuk memasak air. Moka pot ini bisa bikin seduhan kopi makin pekat. Moka pot ini dapat mengalirkan air yang menguap melewati bubuk kopi.

    Jika Anda menggunakan Moka Pot, perlu bubuk kopi yang sangat halus sehingga lebih mudah menghasilkan rasa kopi yang nikmat.

    Dibandingkan dengan alat seduh lain. Moka pot dapat dipakai hanya dengan menggunakan kompor dan tinggal menunggu kopi keluar ke permukaan.

    Selamat menikmati 🙂

  • Menulik Roast Level Untuk CitaRasa Kopi

    Roast dan Citarasa

    Warna adalah salah satu ciri paling menonjol yang bisa Anda cermati ketika membeli kopi. Ada kopi yang berwarna terang dan ada pula yang lebih gelap. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan roasting level. Istilah roast level dapat didefinisikan sebagai perbedaan tingkat sangrai yang menghasilkan beberapa variasi karakter kopi. Secara garis besar, ada 3 roast level yang biasanya paling sering Anda lihat atau dengar, yaitu lightmedium, dan dark.

    Biji kopi mentah yang belum disangrai memiliki tekstur yang lembut, dengan aroma seperti rumput segar dan sedikit atau bahkan tanpa rasa. Ketika proses sangrai berlangsung, biji kopi mentah akan berubah menjadi biji kopi yang cita rasanya khas, beraroma, dan renyah. Karakteristik tersebut merupakan ciri khas yang Anda kenali saat membeli kopi whole beans. Apa pengaruh roast level terhadap karakteristik kopi yang akan Anda minum? Mari simak penjelasan berikut ini.

    1. Light Roast

    Pada roasting level ini, biji kopi biasanya berwarna coklat muda terang, light body, dan tidak terdapat minyak pada permukaan bijinya. Light roasted beans biasanya menghasilkan kopi yang rasanya seperti gandum panggang renyah dan tingkat keasamannya lebih tinggi dibandingkan tingkat sangrai lainnya. Selain karakter rasa kopinya yang lebih kaya dan kompleks, kandungan kafein pada tingkatan roasting ini juga lebih banyak. Roasting level ini juga dikenal dengan beberapa istilah lain, seperti Half CityLight CityNew England, atau Cinnamon.

    2. Medium Roast

    Proses roasting medium membuat biji kopi berwarna lebih coklat dibandingkan light roast. Serupa dengan tingkat sangrai light roast, tingkatan ini juga tidak menimbulkan minyak pada permukaan biji kopi. Namun, medium roast menghasilkan karakter rasa kopi yang lebih seimbang dari sisi aroma, kompleksitas rasa dan tingkat keasaman. Kadar kafein pada kopi yang disangrai pada tingkatan medium roast ini agak sedikit lebih rendah dibandingkan light roast. Pada umumnya, inilah roasting level yang paling sering Anda jumpai saat membeli biji kopi di kafe. Istilah lain untuk medium roast adalah CityBreakfastRegular, dan American.

    3. Dark Roast

    Biji kopi akan berwarna coklat gelap atau bahkan hampir berwarna hitam pada roasting level ini. Kopi dark roast memiliki permukaan yang sangat berminyak. Sehingga minyak tersebut akan tampak jelas pada permukaan kopi ketika kopi diseduh. Kopi yang disangrai sampai tingkatan ini umumnya memiliki karakter rasa pahit, cita rasanya beraroma asap (smoky) dan body terasa lebih tebal. Kadar kafein pada kopi ini jauh lebih rendah dibandingkan light roast dan medium roast.

    Roast level bisa Anda jadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan saat membeli kopi. Namun, sebaiknya tidak dijadikan pertimbangan utama karena ada berbagai hal-hal penting lain yang patut Anda perhatikan. Unsur lain seperti proses pasca panen atau daerah asal biasanya memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap karakteristik kopi ketimbang roast level.

    Inilah yang mempengaruhi citarasa dan aroma khasnya kopi, anda tinggal atur selera 🙂

     

  • Hujan Dan Secangkir Kopi Hitam

    Hujan dan Kopi

    Saat ini hujan hampir terjadi setiap hari di Aceh khususnya Aceh Utara. Suasana dingin karena hujan mengingatkan kita kepada penghangat yaitu kopi hitam. Minum kopi saat musim hujan sangat cocok karena memberikan efek segar ketika kita muncul malas-malasan alias kepingin tidur saja.

    Bagi anda apakah sangat suka minum kopi di musim hujan dan ditemani oleh ubi goreng atau pisang goreng, tidak terbayang nikmatnya dan bisa melupakan keadaan hujan. 🙂

    Bila ingin pesan kopi Aceh dengan merek Kopi Solong Sp.7 Ulee Kareng, silakan hubungi saya BOY di 085260069894 (Tlp/WA).

    Trims

  • Manfaat Kafein Bagi Tubuh

    Kafein Coffee

    Beberapa dari kamu pasti adalah pecandu kafein seperti kopi. Bagimu kopi bisa memberikan energi dan semangat saat menjalani hari yang berat dan melelahkan. Selain itu, kopi saat ini telah menjadi simbol sebagai kebersamaan untuk bisa berkumpul bersama teman atau istilahnya “ngopi”.

    Dilansir dari This is Insider, ternyata kopi punya pengaruh baik terhadap tubuh terutama otak. Dari membantu ingatan sama mempengaruhi usia, kafein bisa mengubah kinerja otak dalam berbagai cara. Untuk kamu yang penasaran, simak yuk apa saja efek yang terjadi jika kafein masuk ke dalam tubuh.

    1. Membuat Tidak Mudah Capek

    Ketika kamu meminum segelas kopi, kafein akan menghalangi reseptor adenosine yang bisa menyebabkan kantuk dan capek. Di samping itu, otak yang dimiliki penikmati kafein akan bertambah reseptor adenosine, sehingga inilah alasan mengapa penyuka kafein menjadi kecanduan minuman kopi.

    2. Meningkatkan Mood

    Seperti yang kita tahu kalau kafein bisa menghentikan reseptor adenosine. Jika reseptor itu berhenti, maka dopamine akan bisa bekerja lebih baik untuk menstimulasi otak agar mengeluarkan zat yang bisa membuat kamu jadi lebih bahagia. Beberapa studi juga mengatakan bahwa sering mengonsumsi kafein membuat seseorang memiliki depresi yang rendah dan terhindar dari penyakit.

    3. Melancarkan Darah Pada Otak

    Jika kamu merasa sakit kepala dan migrain, kafein bisa menjadi salah satu obat mujarab untuk mengobatinya. Sakit kepala bisa disebabkan karena pembuluh darah yang melebar di otak, maka dari itu kafein dengan takaran yang tepat bisa membantu mencegahnya.

    4. Meningkatkan Ingatan

    Berdasarkan penelitian pada jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa kafein bisa memperkuat ingatan seseorang dalam 24 jam setelah mengonsumsinya. Kafein juga bisa membantu pekerjaan yang sulit dan mengingatkan kembali informasi yang kamu butuhkan. Terbukti kafein mampu membuat seseorang semangat dalam mengerjakan tugas daripada orang yang tidak mengonsumsi kafein.

    5. Membuat Panjang Umur

    Melalui penelitian terhadap 50.000 orang di 10 Negara Eropa selama rata-rata 16 tahun ditemukan bahwa partisipan yang lebih sering minum kopi memiliki riwayat kematian yang paling sedikit, terutama pada partisipan yang minum 3-4 cangkir kopi dalam sehari.

    Nah, itulah beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan setelah mengonsumsi kafein. Setelah membaca ini apakah kamu makin doyan minum kopi?

  • Kopi Special, Espresso

    Espresso Special

    Espresso menjadi salah satu minuman kopi yang nikmat. Apakah espresso itu? Espresso adalah kopi yang sangat pekat dan dibuat dengan cara menyemprotkan air yang sangat panas dengan tekanan tinggi ke dalam kopi sehingga citarasa khas kopi lebih terasa. Namun karena merupakan kopi yang pekat, apakah espresso berbahaya? Bagaimana dengan kandungan kafein dalam secangkir espresso? Lalu bagaimana dengan kenikmatan espresso?

    Pertama kali espresso dikembangkan di Italia sebagai negara penghasil rasa kopi yang sangat enak. Namun di berbagai negeri dan kebudayaan juga mengembangkan metode pembuatan minuman sejenis espresso. Misalnya di Indonesia, espresso dikenal juga sebagai kopi tubruk atau kopi yang tidak disaring. Meski ada sedikit perbedaan meski cara ekstrasinya sama. Perbedaannya adalah kopi tubruk biasanya memiliki ampas.

    Bagaimana rasa espresso? Bagi pencinta kopi sejati, mereka sangat menggemari espresso karena memiliki citarasa kopi yang sebenarnya. Aroma kopi pada secangkir espresso sangat kuat dan harum. Espresso juga kaya akan rasa kopi. Karena pekat, espresso cenderung lebih kental dan lembut. Rasa dari espresso yaitu manis bercampur pahit. Ada juga yang mengatakan manis seperti karamel.

    Espresso biasanya disajikan pada cangkir yang kecil mengingat kepekatan kopi dalam secangkir espresso. Secangkir espresso biasanya hanya sekitar 40 mililiter. Dan cara penyajiannya yaitu langsung disajikan setelah dimasak dan biasanya dihidangkan bersama gula dalam cangkir kecil. Hal ini akan membuat aroma dan keharuman kopi benar-benar terasa nikmat.

    Selengkapnya

     

  • Arabika Miliki Cita Rasa Terbaik?

    Citarasa Arabika

    Kopi sudah menjadi minuman primadona, termasuk juga makanan olahan yang mengandung rasa kopi. Selain memiliki banyak manfaat, minum kopi sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi banyak orang. Sayangnya, tidak semua orang benar-benar memahami tentang kopi itu sendiri. Padahal, potensi kopi di Indonesia telah mendunia. Berdasarkan laporan CNN pada tahun 2017, ada beberapa nama kopi nusantara yang sudah dikenal di kancah internasional. Pada umumnya kopi Indonesia yang mendunia tersebut berasal dari jenis arabika seperti kopi Gayo dari Aceh, kopi Mandailing dari Sumatera Utara, kopi Jawa dari Jawa Timur dan masih banyak lainnya. Masing-masing varietas kopi tersebut memiliki aroma dan cita rasa yang berbeda. Perbedaan rasa ini, menurut laporan tersebut, tergantung pada ketinggian, kondisi kesuburan, ketersediaan unsur hara, serta kandungan kimia dari lahan yang menjadi media tanam kopi.

    Hal itu juga diamini oleh Abinesta, barista dan pemilik kedai Ensikopidi yang juga tergabung dalam komunitas Baracik Muda Indonesia. Abi menerangkan bahwa ada 4 jenis varietas kopi yang sudah dikenal secara umum, yaitu arabika, robusta, exelsa dan liberika. Ia menceritakan bahwa kopi arabika menduduki peringkat satu sebagai kopi terbaik dalam segi ekspor karena memiliki harga jual yang tinggi. ” Arabika itu meduduki peringkat satu dari segi ekspor karena harga jual yang tinggi. Untuk robusta itu menduduki peringkat kedua. Sementara exelsa yang rasanya unik seperti nangka, itu menduduki peringkat ketiga. Baru yang terakhir ini liberika,” paparnya.

    Perihal rasa, Abi menjelaskan bahwa hal tersebut tergantung selera. Namun, dari setiap jenis varietas kopi memiliki cita rasa khas yang menjadi karakter tersendiri bagi jenis kopi tersebut. “Robusta rasanya pahit seperti rasa kakao yang pahit. Kalau yang arabika itu, dominan rasa asam karena tumbuhnya itu berada di ketinggian 1000 mdpl. Kalau exelsa rasanya unik seperti nangka, sama seperti liberika,” papar pria berambut gondrong tersebut. Abi juga mejelaskan, meskipun sama-sama beraroma seperti nangka, kopi liberika dan exelsa memiliki perbedaan yang mencolok. Menurutnya, aroma nangka pada kopi exelsa lebih tajam daripada kopi liberika. Sementara itu, aroma nangka pada kopi liberika ketika diseduh tidak setajam saat biji kopi jenis tersebut digoreng. “Jadi, waktu biji kopi liberika digoreng itu aroma nangkanya keluar. Tapi, waktu diseduh aroma nangkanya berkurang. Nah, beda sama biji kopi exelsa yang waktu digoreng atau diseduh aromanya sama-sama kuat dan tajam,” paparnya.

    Perbedaan ketinggian penanaman juga turut mempengaruhi kenikmatan kopi. Semakin tinggi daerah tempat kopi ditanam, maka rasanya pun semakin nikmat. Menurutnya, ini disebabkan karena semakin tinggi pohon kopi, maka risiko biji kopi terserang hama semakin kecil. Selain itu, cara menyimpan biji kopi juga turut mempengaruhi cita rasa yang akan dihasilkan oleh biji kopi itu sendiri. “Kutu kopi itu biasanya ada di gudang dan itu bisa mengurangi cita rasa kopi. Jadi, kelembabapan udara dan cara penyimpanan juga harus diperhatikan,” tambahnya. Untuk menyimpan biji kopi dengan baik, Abi menyarankan agar kita menyimpan biji kopi dalam suhu ruang dan jangan langsung meletakkan biji kopi di atas lantai. “Suhu yang terlalu kering juga bisa membuat biji kopi mudah lapuk. Selain itu, menyimpan kopi juga harus dialasi oleh palet agar biji kopi tidak mudah lembab dan jangan menyimpan biji kopi bersama dengan barang-barang lainnya,” tambahnya.

  • Robusta, Jenis dan Karakteristiknya

    Kopi Robusta

    Robusta berasal dari kata ‘robust’ yang artinya kuat, sesuai dengan gambaran postur (body) atau tingkat kekentalannya yang kuat. Kopi robusta bukan merupakan spesies karena jenis ini turunan dari spesies Coffea canephora.

    Robusta dapat tumbuh di dataran rendah, namun lokasi paling baik untuk membudidayakan tanaman ini pada ketinggian 400-800 meter dpl. Suhu optimal pertumbuhan kopi robusta berkisar 24-30oC dengan curah hujan 2000-3000 mm per tahun.

    Kopi robusta sangat cocok ditanam di daerah tropis yang basah. Dengan budidaya intensif akan mulai berbuah pada umur 2,5 tahun. Agar berbuah dengan baik, tanaman ini membutuhkan waktu kering 3-4 bulan dalam setahun dengan beberapa kali turun hujan.

    Tanaman kopi robusta menghendaki tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Tingkat keasaman tanah (pH) yang ideal untuk tanaman ini 5,5-6,5. Kopi robusta dianjurkan dibudidayakan dibawah naungan pohon lain.

    Karakteristik Tanaman

    Cabang reproduksi atau wiwilan pada kopi robusta tumbuh tegak lurus. Buah kopi dihasilkan dari cabang primer yang tumbuh mendatar. Cabang primer ini cukup lentur sehingga membentuk tajuk seperti payung.

    Bentuk daun membulat seperti telur dengan ujung daun runcing hingga tumpul. Daun-daunnya tumbuh pada batang, cabang dan ranting. Pada batang dan cabang tumbuhnya tegak lurus dengan susunan daun berselang-seling. Sedangkan pada ranting dan cabang-cabang mendatar pasangan daun tumbuh pada bidang yang sama. Robusta lebih relatif tahan terhadap penyakit karat daun.

    Tanaman kopi robusta sudah mulai berbunga pada umur 2 tahun. Bunga tumbuh pada ketiak cabang primer. Setiap ketiak terdapat 3-4 kelompok bunga. Bunga biasanya mekar diawal musim kemarau. Berbeda dengan arabika, bunga robusta melakukan penyerbukan secara silang.

    Buah yang masih muda berwarna hijau, setelah masak berubah menjadi merah. Meski telah matang penuh, buah robusta menempel dengan kuat pada tangkainya. Jangka waktu dari mulai berbunga hingga buah siap panen berkisar 10-11 bulan.

    Baca Selengkapnya

     

  • Arabika, Jenis dan Karakteristiknya

    Kopi Arabika

    Kopi arabika (Coffea arabica) berasal dari hutan pegunungan di Etiopia, Afrika. Di habitat asalnya, tanaman ini tumbuh dibawah kanopi hutan tropis yang rimbun. Kopi jenis ini banyak ditumbuh di ketinggian di atas 500 meter dpl.

    Kopi arabika akan tumbuh maksimal bila ditanam diketinggian 1000-2000 meter dpl. Dengan curah hujan berkisar 1200-2000 mm per tahun. Suhu lingkungan paling cocok untuk tanaman ini berkisar 15-24oC. Tanaman ini tidak tahan pada temperatur yang mendekati beku dibawah 4oC.

    Untuk berbunga dan menghasilkan buah, tanaman kopi arabika membutuhkan periode kering selama 4-5 bulan dalam setahun. Biasanya pohon arabika akan berbunga diakhir musim hujan. Bila bunga yang baru mekar tertimpa hujan yang deras akan menyebabkan kegagalan berbuah.

    Kopi arabika menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Material organik tersebut digunakan tanaman untuk sumber nutrisi dan mejaga kelembaban. Tingkat keasaman atau pH tanah yang cocok berkisar 5,5-6.

    Karakteristik Tanaman

    Tanaman kopi arabika pendek menyerupai perdu dengan ketinggian 2-3 meter. Batang berdiri tegak dengan bentuk membulat. Pohonnya memiliki percabangan yang banyak.

    Warna daun kopi arabika hijau mengkilap seperti memiliki lapisan lilin. Daun yang telah tua berwarna hijau gelap. Bentuk daun memanjang atau lonjong dengan ujung daun meruncing. Pangkal daun tumpul dan memiliki tangkai yang pendek. Struktur tulang daun menyirip.

    Kopi arabika mulai berbunga setelah musim hujan. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bunga kopi berwarna putih dan bisa melakukan penyerbukan sendiri, tidak ada perbedaan bunga jantan dan betina. Dari bentuk kuncup hingga menjadi buah yang siap panen membutuhkan waktu 8-11 bulan.

    Baca selengkapnya