Posted on Leave a comment

Kopi Joss Khas Jogya Dicemplungi Arang Membara

Kopi Joss

Nggak lengkap rasanya kalau berkunjung ke Jogja tanpa berwisata kuliner. Apalagi kalau sedang jalan-jalan di sekitar Malioboro, mampirlah sejenak untuk mencicipi berbagai makanan yang khas. Contohnya adalah bakpia, gudeg, sate kere, nasi kucing, dan masih banyak lagi. Ada pula minuman unik yang bernama kopi joss. Kopi ini terbuat dari bahan dan teknik yang berbeda dari kopi kebanyakan. Jangan ngaku sebagai pencinta kopi kalau belum pernah mencobanya.

Penasaran seperti apa rasa kopi joss? Kali ini Hipwee Travel mengunjungi Angkringan Kopi Joss Pak Agus yang terletak di dekat Malioboro, lebih tepatnya di seberang Stasiun Tugu. Kami berbincang-bincang dengan pemiliknya yang udah berjualan lebih dari 10 tahun di sana. Sembari menyeruput segelas kopi joss yang sedap, kami pun mempelajari asal-usul kopi unik ini.

Pada tahun 1980-an, kopi joss pertama kali diracik oleh Lek Man, pedagang asal Klaten yang berjualan di Jogja

Ternyata penemu kopi joss bukan berasal dari Jogja, melainkan dari Klaten, Jawa Tengah. Namanya adalah Lek Man. Puluhan tahun lalu, pria ini membuka angkringan di kawasan Stasiun Tugu Jogja. Saat itu banyak pelanggannya yang berasal dari Jawa Timur. Mereka minta dibuatkan kopi kothok, yaitu biji kopi yang direbus langsung bersama gula.

Namun, Lek Man nggak bisa membuatkan kopi itu sehingga dia meracik kopi baru yang disebut kopi joss. Dia menambahkan potongan arang panas ke dalam segelas kopi yang udah jadi. Hasilnya, kopi itu menjadi sangat panas seperti kopi kothok. Mungkin arang itu ditambahkan agar kopinya nggak cepat dingin dan bisa dinikmati dalam waktu lama. Sejak itulah kopi joss menyebar ke mana-mana, salah satunya karena harganya murah. Harga per gelasnya cuma Rp. 4000

Minuman ini terbuat dari bubuk kopi biasa dan gula secukupnya yang diseduh dengan air panas. Lalu beberapa potong arang membara dimasukkan ke dalam gelas! Saat itulah terdengar bunyi joosss yang menjadi inspirasi nama kopi ini. Tambahan arangnya membuat kopi menjadi lebih panas sampai mendesis-desis. Tunggulah sejenak sebelum menyeruputnya agar lidahmu nggak terbakar. Saat dicicipi, muncul aroma dan rasa agak pahit yang berasal dari arang, menciptakan sensasi unik yang nggak terlupakan. Cocok deh buat penyuka rasa pahit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *