• 6 Aturan Minum Kopi Bagi Penderita Sakit Mag

    Ngopi Penderita Mag

    Minum kopi di pagi hari sering jadi rutinitas yang dilakukan oleh beberapa orang. Katanya, dengan minum kopi, produktivitas akan meningkat dan jadi nggak mudah lemas. Sayangnya, nggak semua orang kuat meminumnya. Sebab, kandungan kafeinnya mampu meningkatkan asam lambung yang mana nggak baik untuk penderita mag.

    Sebenarnya kamu nggak perlu khawatir, sebab ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan kandungan asam pada kopi. Kamu yang punya sakit mag, nggak perlu khawatir lagi deh.

    1. Pilih biji kopi arabika yang rendah kafein

    Nggak cuma kafeinnya, kadar asam pada kopi arabica jauh lebih rendah daripada kopi robusta. Supaya lebih aman, kamu juga bisa menggunakan biji kopi yang melalui proses roasting atau dipanggang lebih cepat. Proses pemanggangan ini bisa mengurangi kadar asam dan kafein yang tinggi.

    2. Gunakan teknik seduh manual brew

    Kopi yang diseduh secara manual umumnya memakai filter untuk menyaring kopi. Filter ini bisa menyeleksi karakter-karakter baik dari kopi yang bukan hanya membuat karakter aslinya keluar. Nggak cuma itu, proses ini pun menjadikan kopi jauh lebih ringan karena proses ekstraksi yang rata-rata hanya sekitar 2-3 menit.

    3. Tambah susu untuk mengurangi asamnya

    Protein dari susu murni bisa berinteraksi dengan sejumlah senyawa dalam kopi yang mampu mendorong naiknya asam lambung ke kerongkongan. Baiknya, pilihlah kopi susu rendah lemak dan non gula supaya nggak memicu lemak tubuh, ya!

    4. Batasi porsinya

    Batas aman konsumsi kafein setiap hari ialah 100-200 mg saja. Nah, segelas kopi biasanya mengandung 100 mg kafein. Jadi, kamu hanya diperbolehkan untuk minum kopi satu sampai dua gelas saja ya setiap harinya.

    5. Minum selesai makan

    Kandungan asam dalam kopi tetap bisa membuat asam lambung naik ke kerongkongan. Untuk itu, baiknya minumlah kopi minimal satu jam setelah makan. Atau, kamu juga bisa minum kopi sambil melahap makanan ringan.

    6. Minum air putih selesai ngopi

    Salah satu cara termudah untuk mencegah asam lambung naik ialah dengan mengencerkan kopi di perutmu. Untuk itu, minumlah segelas air putih untuk menetralisir efek kafein dari kopi yang kamu minum.

    Cara-cara di atas memang bisa meminimalisir efek kopi yang bikin asam lambung naik, namun bukan berarti kamu bisa terus-terusan minum kopi setiap hari. Jika tubuh mulai gemetar dan perut sakit, baiknya hentikan dulu konsumsi kopimu selama beberapa hari. Hal ini dilakukan untuk menentralisir kandungan asam pada lambungmu.

     

  • 5 Hal Akan Terjadi Bila Berhenti Minum Kopi

    Minum Kopi

    Bagi para penggemar kopi, pasti akan sulit untuk melepas kebiasaan minuman berwarna hitam itu dalam keseharian. Jika rasa kantuk mulai menyerang tentu segelas kopi yang diseruput.

    Jika kurang bersemangat, kopi pun juga bisa membantu sebagai penyemangat menjalani hari-hari.

    Lalu bagaimana jadinya seseorang yang sudah sangat sering minum kopi lalu berhenti mengonsumsinya? Ada sejumlah efek yang akan dialami seseorang tersebut.

    Seperti dikutip dari laman Brightside.me, Selasa (10/3/2020) berikut 5 efek yang ditimbulkan apabila Anda tidak minum kopi:

    1. Berat Badan Akan berubah

    Perubahan berat badan yang tidak terduga dapat menyebabkan stres bagi siapa pun dan berhenti minum kopi terkadang menyebabkan hal itu.

    Kafein bertindak sebagai penambah metabolisme, artinya tubuh Anda membakar kalori lebih efisien. Ketika Anda berhenti minum kopi, persediaan kafein yang biasa Anda gunakan tidak akan lagi memiliki efek pembakaran kalori dan Anda sebenarnya bisa menambah berat badan.

    2. Lebih Sulit Berkonsentrasi

    Minum kopi membuat orang lebih teliti karena merangsang pelepasan dopamin dan adrenalin, yang meningkatkan aktivitas otak dan meningkatkan tekanan darah.

    Ada kemungkinan, Anda akan menghadapi kesulitan berkonsentrasi pada pekerjaan karena otak Anda tidak akan distimulasi seperti dulu.

    3. Gemetaran

    Ini mungkin terdengar serius, tetapi itu bukan sesuatu yang terlalu dikhawatirkan. Kafein adalah sumber stimulasi yang kuat untuk sistem saraf pusat. Setelah Anda berhenti, ada kemungkinan Anda akan mengalami.

    4. Muncul Rasa Cemas

    Jika berhenti mengonsumsi kopi Anda pasti akan mengalami beberapa kecemasan. Dan itu cukup terasa.

    Meningkatnya kecemasan sering terjadi pada peminum kopi yang memutuskan untuk berhenti dari minuman favorit mereka.

    Ini terjadi karena ketidakseimbangan kimia di otak yang disebabkan oleh pasokan kafein yang tidak mencukupi.

    5. Sering Sakit Kepala

    Sakit kepala adalah efek samping paling umum dari kekurangan kafein. Ini disebabkan oleh pembukaan pembuluh darah Anda, sehingga meningkatkan sirkulasi darah ke otak.

    Setelah tubuh beradaptasi dengan peningkatan aliran darah, sakit kepala pada akhirnya akan terasa.

     

  • Pengetahuan Kopi Bagi Pemula

    Mengenal Kopi

    Dunia perkopian berkembang dengan pesatnya akhir-akhir ini. Mereka yang mulanya hanya sekedar menikmati kopi instan dan (paling-paling) kopi tubruk di rumah kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dari mesin espresso. Kabar baiknya banyak penikmat kopi pemula yang menikmati kopi dengan level lebih tinggi.

    Yang dulunya mungkin hanya mampu menikmati frappe dan kopi-kopi bercampur gula dan krim kini bergeser menikmati cappuccino tanpa gula. Seiring dengan perkembangannya, banyak dari pemula yang belum tahu beberapa hal tentang kopi yang mereka nikmati. Dan untuk itu artikel ini dipersembahkan dengan senang hati untuk mereka agar tak lagi keliru soal fakta tentang kopi.

    Arabika VS Robusta

    Arabika dan robusta adalah dua jenis kopi yang berbeda. Arabika memiliki kadar kafein lebih rendah dari robusta. Arabika adalah jenis kopi yang paling banyak di konsumsi di dunia. Robusta harganya lebih murah dari arabika, meski rasanya lebih pahit. Kopi yang sering dijual di pasar umumnya adalah robusta, bisa jadi karena harganya lebih ekonomis.

    Kopi Tak Melulu Hitam dan Pahit

    Di mindset kebanyakan masyarakat Indonesia kopi haruslah hitam dan pahit. Padahal seharusnya tidak begitu. Robusta yang disangrai dengan gelap tentulah memberi pahit yang luar biasa dahsyat. Kehitaman dan kepahitan tingkat kopi berasal dari proses penyangraiannya (roasting). Semakin lama biji kopi disangrai maka akan semakin pahit dan hitamlah kopi tersebut. Ada tiga tingkat proses penyangraian yaitu light, medium dan dark. Sebaiknya kopi tidak disangrai terlalu dark karena akan menghilangkan karakteristik biji kopi tersebut.

    Kopi Memiliki Beragam Rasa

    Well, ‘beragam rasa’ yang dimaksud di sini adalah after taste. After taste adalah flavour atau rasa yang tertinggal di mulut pada saat meneguk kopi. Mungkin kamu belum tahu kalau kopi mampu memberikan aneka after taste pada saat diminum. Tak semua kopi memiliki karakteristik sama terutama saat dinikmati melalui metode manual brewing. Ada kopi yang after taste-nya nutty, cocoa atau justru karamel. Ada juga yang after taste-nya jeruk atau bisa juga stroberi. Kenapa bisa demikian? Itu tergantung kontur tanah dan di mana kopi itu berasal dan di mana kopi itu ditanam. Kopi adalah tanaman unik yang ternyata juga bisa menyerap ‘rasa’ dari tanaman yang ada di dekatnya. Keunikannya ini menjadikan kopi istimewa. Kini banyak para ahli kopi yang mencari kopi-kopi unik di seluruh dunia untuk menemukan after taste-nya.

    Perjalanan Kopi Sebelum Sampai ke Cangkirmu

    Kopi memiliki perjalanan panjang sebelum kita nikmati. Awalnya kopi ditanam oleh petani. Saat panen petani memetik cherry kopi (buah kopi) dan memisahkan bijinya dari buahnya. Ada beberapa proses yang dilakukan dalam tahap ini ada wet process, honey process dan lain-lain. Setelah biji kopi dan buahnya terpisah maka biji kopi yang mentah harus dijemur beberapa waktu sampai kadar airnya berada di tingkat yang telah ditentukan. Setelah itu green bean atau biji kopi hijau ini dijual ke roaster (penyangrai kopi) atau perusahaan yang mengolah sendiri biji hijau mereka.

    Green bean siap disangrai (roasting) sesuai keinginan atau karakteristik bijinya oleh roaster. Tidak semua biji mampu disangrai medium atau dark karena setiap biji memiliki karakteristik masing-masing. Setelah disangrai maka biji kopi tersebut siap diolah barista menjadi minuman. Tetapi sebelumnya harus digiling dahulu sesuai permintaan. Setelah digiling bubuk kopi siap dinikmati menjadi aneka minuman nikmat.

    Pahitnya Kopi

    Buah kopi itu manis rasanya. Lalu kenapa kopi bisa pahit? Pahitnya kopi lahir karena proses penyangraian (roasting) meski ada juga yang berasal dari karakteristik bijinya. Selain itu ada alasan lain yang menunjang pahitnya kopi yaitu suhu dan tingkat kehalusan. Semakin tinggi suhu air yang digunakan untuk menyeduh kopi maka makin pahitlah kopinya. Dan semakin halus tingkat kehalusan bubuk kopi, maka kopi juga akan semakin pahit. Sesederhana itu.